Hidup ini bagai sebuah perlombaan, di setiap kesempatan kita selalu dihadapkan dengan berbagai macam tantangan. Jika kita mampu melewati tantangan demi tantangan, maka kita akan keluar jadi pemenang. Tengoklah betapa banyak orang yang berkompetisi untuk bisa menjadi PNS. Satu formasi yang hanya membutuhkan dua atau tiga orang akan tetapi di jejali dengan ratusan bahkan ribuan pendaftar. Persaingan juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam dunia bisnis. Setiap pelaku usaha mengerahkan semua kempuannya untuk memenangkan persaingan. Dalam setiap persaingan akan selalu melahirkan pemenang dan para juara, mereka itulah orang-orang yang mampu keluar dari arena pertempuran dengan kondisi selamat.
Jika anda termasuk orang yang suka menonton televisi pastilah tak asing lagi dengan ajang Indonesia Mencari Bakat. Siapakah yang keluar menjadi juara? Yah, juaranya adalah Klanting. Grup musik asal asal jawa timur ini telah memenangi ajang bergengsi dengan mengalahkan ratusan peserta yang lainnya. Sepakatkah anda bahwa kelanting adalah yang terbaik? Kalau saya termasuk yang tidak sepakat, meskipun kemudian penilaian yang terbaik itu sangat subyektif dan sangat relatif. Realitanya sepakat atau tidak sepakat yang pasti Klanting telah di nobatkan menjadi pemenangnya. Menurut beberapa sumber yang suka ngegosip dalam kontes Indonesian Idol juga terjadi hal serupa, saat Joy terpilih jadi pemenangnya. Apakah dia yang terbaik? Konon hasil itu mengecewakan,Delon lah yang layak jadi pemenang, kata para penggemarnya.
Fenomena disekeliling kita, dan mungkin juga yang pernah kita alamai, bahwa tidak selalu yang terbaik yang bisa memenangkan sebuah kompetisi. Sebuah kemenangan adalah kombinasi antara bakat, semangat, dan keberuntungan. Di dunia sepak bola ketiga hal ini sangat menentukan kemenangan. Saya sangat ingat betul ketika Liga Champion di gelar tahun 2004 –itulah awal mula aku gila bola-, FC Porto mendapat trofi juara setelah mengalahkan Monaco di partai final. Pada hal kedua tim ini sangat tidak di faforitkan. Persoalan komentator mengatakan finalis pada tahun itu kualitasnya lebih rendah, kenyataannya mereka mampu menumbangkan tim-tim raksasa.
Jika anda ingin menjadi juara dan pemenang dalam sebuah kompetisi, maka asahlah bakat dan kemampuan yang anda miliki semaksimal mungkin. Jalani sebuah persaingan dengan semangat juang yang tinggi. Pada saat itulah anda baru bisa menunggu peruntungan, karena ada alasan Allah untuk menolong anda. Tanpa semua itu maka peruntungan yang anda tunggu hanyalah sebatas impian belaka.
Kawan satu angkatan saya dalam berguru bisnis di Enterpreneur University telah sukses dalam mengembangkan bisnis Kue. Suatu saat kawan saya yang lain mengatakan “sebenarnya kue yang dia bikin itu gak sekualitas punya saya, dengan kualitas yang lebih baik saya bisa menjual dengan harga sama.” Saya bilang sama dia “Kualitas boleh bagus kamu punya, bahan-bahan boleh lebih mahal bikinan kamu, tapi kebanyakan orang lebih memilih produk kawan satu itu punya”.
Jika produk kue itu boleh saya sebut sebagai bakat, maka semangat yang kemudian menjadi unsur kesuksesan yang lain adalah berbagai macam bentuk promosi dan kekuatan relasi. Maka datanglah peruntungan, ketika media tertarik untuk meliput usahanya. Jam setengah tiga sore tadi usahanya kembali diliput Trans TV, ini adalah liputan untuk kesekian kalinya.
Kawan, cobalah kita lebih memaksimalkan segenap potensi yang kita miliki. Kalaupun kita tidak mampu menjadi yang terbaik dihadapan orang lain, jadilah yang terbaik untuk diri kita sendiri. Toh dihadapan Allah yang terbaik itu bukan di ukur dari seberapa besar capain kesuksesan yang telah diraih, tapi di lihat dari seberapa besar usaha yang telah kita lakukan. Wallahu alam bishawab.
AB Subranto